Sabtu, 03 November 2012

Manusia dan Penderitaan


6.1 Pengertian Penderitaan

Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.
Bagi media masa dan seniman penderitaan dibuat melalui karya sastra yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut merasakan penderitaan tersebut. Penderitaan menimbulkan sifat positif ( optimis tidak putus asa & pantang menyerah menghadapi penderitaan)/ negatif( penyesalan,kecewa,putus asa, ingin bunuh diri). Sudah kodratnya manusia bahagia dan menderita karena itu manusia harus berjuang menghadapi penderitaan/ cobaan yang dihadapinya.
Dalam diri manusia itu ada cipta, rasa dan karsa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya. Baru dalam keduanya menemukan yang dicarinya atau diharapkan manusia akan merasa senang, merasa bahagia.
Apabila karsa dan rasa tidak terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan mendatangkan rasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa takut. Rasa takut itu justru sudah menyelinap dan datang menyerang kita sebelum bencana atau bahaya itu datang menyerangnya. Kedua rasa itu termasuk penyakit batin manusia, maka usaha terbaik ialah menyehatkan bathin itu sendiri, rasa kurang itu muncul dikarenakan adanya anggapan lebih pada pihak lain.
Faktor – faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan. 

6.2 Siksaan

Siksaan merupakan suatu penderitaan yang diterima oleh seseorang. Penderitaan itu sendiri berbentuk penganiayaan. Seseorang mengalami penganiyaan yang membuatnya mendapat siksaan dan merasa tersiksa. Kenyamanan tentu saja tidak dapat oleh seseorang yang mengalami siksaan tersebut. Dengan siksaan yang didapat oleh seseorang, pastilah akan membuat orang itu mendapat luka baik luka fisik maupun luka hati atau yang lebih terkenal dengan nama ‘sakit hati’. Bahkan tidak hanya luka yang didapat oleh orang yang disiksa, akan tetapi juga tidak sedikit dendam yang timbul dari orang yang disiksa tersebut terhadap orang yang menyiksanya. Oleh karena itu mestinya tak ada lagi orang yang semena-mena menyiksa orang lain agar tak timbul lagi suatu dendam. Yaitu dengan membuat peraturan atau hukum yang sudah ada seprti sekarang ini

Pengertian Phobia dan Berbagai Jenis Istilahnya - Phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian yang dipandang sebagai emosi-emosi substitusi dan seringkali disebut neurosis yang ditekan (repressed neuroses).

http://4.bp.blogspot.com/-Poe3p4kSev8/TfuD9IAOVcI/AAAAAAAAD1A/H5XJSwyZe7k/s400/images.jpg
Ada berbagai phobia yang menyebabkan timbulnya ketakutan yang absurd dan tak masuk akal. Berikut berbagai istilah phobia dan pengertiannya:

Ablutophobia adalah Takut mencuci atau mandi.
Acarophobia adalah Takut pada rasa gatal atau serangga yang menyebabkan gatal.
Acerophobia adalah Takut akan rasa asam.
Achluophobia adalah Takut akan gelap/kegelapan.
Acousticophobia adalah Takut akan suara.
Acrophobia adalah Takut akan ketinggian.
Aerophobia adalah Takut meneguk, menelan udara,atau material beracun yang ada di udara.
Aeroacrophobia adalah Takut akan tempat tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia adalah Takut akan muntah atau mabuk udara.
Agateophobia adalah Takut akan kegilaan.
Agliophobia adalah Takut akan rasa sakit.
Agoraphobia adalah Takut pada tempat terbuka, takut di kerumunan orang, tempat umum seperti pasar. Takut untuk meninggalkan tempat yang aman.
Agraphobia adalah Takut akan pelecehan seksual.
Agrizoophobia adalah Takut aklan binatang liar.
Agyrophobia adalah Takut pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia adalah Takut pada jarum atau benda benda yang mempunyai ujung.
Ailurophobia adalah Takut pada kucing.
Albuminurophobia adalah Takut akan penyakit ginjal.
Alektorophobia adalah Takut pada ayam.
Algophobia adalah Takut pada rasa sakit.
Alliumphobia adalah Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia adalah Takut akan pendapat orang.
Altophobia adalah Takut akan ketinggian.
Amathophobia adalah Takut akan debu.
Amaxophobia adalah Takut mengendarai mobil.
Ambulophobia adalah Takut berjalan.
Amnesiphobia adalah Takut amnesia.
Amychophobia adalah Takut pada goresan atau takut tergores.
Anablephobia adalah Takut melihat ke atas.
Ancraophobia adalah Takut pada angin. (Anemophobia)
Androphobia adalah Takut pada laki-laki.
Anemophobia adalah Takut pada angin.(Ancraophobia)
Anginophobia adalah Takut radang tenggorokan, tersedak.
Anglophobia adalah Takut pada negara dan kebudayaan inggris, dll.
Angrophobia adalah Takut pada kemarahan atau takut marah.
Ankylophobia adalah Takut sikap tak bergerak suatu sambungan.
Anthrophobia or Anthophobia adalah Takut pada bunga.
Anthropophobia adalah Takut pada orang atau masyarakat.
Antlophobia adalah Takut akan banjir.
Anuptaphobia adalah Takut hidup sendiri.
Apeirophobia adalah Takut akan sesuatu yang tak berakhir.
Aphenphosmphobia adalah Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia adalah Takut pada lebah.
Apotemnophobia adalah Takut kepada orang yang diamputasi.
Arachibutyrophobia adalah Takut pada selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut.
Arachnephobia or Arachnophobia adalah Takut pada laba-laba.
Arithmophobia adalah Takut pada angka.
Arrhenphobia adalah Takut pada laki-laki.
Arsonphobia adalah Takut pada api.
Asthenophobia adalah Takut pingsan dan takut lemah.
Astraphobia or Astrapophobia adalah Takut pada guntur dan kilat.(Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia adalah Takut pada bintang-bintang atau hal yang berhubungan dengan angkasa.
Asymmetriphobia adalah Takut pada benda-benda asimetris.
Ataxiophobia adalah Takut akan ataxia. (diskoordinasi otot)
Ataxophobia adalah Takut akan ketidakteraturan atau ketidakrapihan.
Atelophobia adalah Takut akan ketidaksempurnaan.
Atephobia adalah Takut akan runtuh atau reruntuhan.
Athazagoraphobia adalah Takut dilupakan atau diabaikan atau terlupakan.
Atomosophobia adalah Takut akan ledakan atom.
Atychiphobia adalah Takut akan kegagalan.
Aulophobia adalah Takut akan seruling.
Aurophobia adalah Takut pada emas.
Auroraphobia adalah Takut akan cahaya di utara.
Autodysomophobia adalah Takut pada orang yang berbau tidak sedap.
Automatonophobia adalah Takut pada boneka yang berbicara melalui suara perut , makhluk-makhluk animasi, patung lilin adalah segala sesuatu yang secara memberikan sensasi hidup
Automysophobia adalah Takut kotor.
Autophobia adalah Takut ditinggal sendiri atau menyendiri.
Aviophobia or Aviatophobia adalah Takut terbang.


6.3 Kekalutan Mental

                Penderitaan batin dalam ilmu Psikologi dikenal sebagai kekalutan mental (mental disorder). Menurut Dra. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi Abnormal & Pathologi Seks, dirumuskan bahwa yang disebut kekalutan mental adalah sebagai berikut;
Bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental, atau kesehatan mental yang disebabkan oleh gangguan kegagalan bereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimuli ekstern dan ketegangan-ketegangan, sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur dari suatu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan/mental.
Merupakan totalitas kesatuan ekspresi proses kejiwaan/mental yang patologis terhadap stimuli sosial, dikombinasikan dengan faktor-faktor kausatif sekunder lainnya (Patologi = Ilmu penyakit).
Secara sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persolan yang harus diatasi, sehingga yang bersangkutan bertingahlaku secara kurang wajar. Misalnya, seseorang yang tidak mampu menjawab sebuah pertanyaan ujian, menggigit-gigit pensil.
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut ;
Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri    pada lambung.
Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah sebagai berikut :
Gangguan kejiwaan akan nampaak dalam gejala-gejala kehidupan penderita, baik pada jasmani maupun rohaninya.
Usaha mempertahankan diri dilakukan dengan cara negatif (escape mechanism), yaitu mundur atau lari (menghindarkan diri), sehingga cara bertahan dirinya tentu salah. Hal ini akan berbeda apabila terjadi pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan, yang apabila menghadapi pesoalan justru akan segera memecahkan persoalan sehingga tidak menekan perasannya. Jadi, bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan (problem solving).
Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown), dan yang bersangkutan mengalami disorder (tidak semestinya atau gangguan).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental dapat disebutkan sebagai berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi, misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.

6.4 Penderitaan dan Perjuangan

Hubungan antara penderitaan dan perjuangan :
       Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan yang bersifaat kodrati yang sudah menjadi konsekwensi hidup manusia. Karena terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Sehingga manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap sebagai rangkaian penderitaan, melainkan optimis, berusaha mengatasi kesulitan hidup.
      Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. caranya yaitu berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan.

6.5 Penderitaan, media massa dan seniman

Hubungan antara penderitaan, media masa dan seniman :
     Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, radio, internet, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
      Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunkiasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul yang sama. 

6.6 Penderitaan dan sebab-sebabnya

Sebab-sebab timbulnya penderitaan :
a) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
     Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut basib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.

b) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
      Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat berupa usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.



6.7 Pengaruh Penderitaan

Pengaruh yang akan terjadi pada seseorang jika mengalami penderitaan :
     Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia atau tidak bahagia. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya sebagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah.
     Apabila sikap negative dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaiannyaitu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.


Contoh Manusia dan Penderitaan :

Contoh Penderitaan seorang nabi yang sejak lahir orang tuanya sudah tidak ada
-Al Qur’an maupun kitab suci agama lain banyak menguraikan penderitaan manusia sebagai peringatan bagi manusia.
Dalam riwayat Nabi Muhammad Saw. pun, diceritakan bahwa beliau dilahirkan sebagai anak yatim dan kemudian yatim piatu, yang dibesarkan kakeknya kamudian pamannya. Beliau menggembala kambing, bekerja pada orang dan sebagainya. Bahkan sebagian besar hidupnya mengalami penderitaan yang luar biasa.


Contoh Penderitaan seorang membuat dirinya bangkit dan menjadi seorang yg sukses
- Hamka, mengalami penderitaan yang hebat pada masa kecilnya, hingga ia sempat mengecap sekolah kelas II saja. Namun ia mampu menjadi orang terkenal, orang besar pada zamannya, berkat perjuangan hidupnya melawan penderitaan.
- Bung Hatta, yang beberapa kali menjalani pembuangan di tengah hutan Irian Jaya yang penuh belukar dan penyakit, namun Allah tetap melindunginya sehingga ia dapat menjadi pemimpin bangsanya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar