Sabtu, 26 September 2015

BIO RAJA PROPOLIS

PROPOLIS BIORAJA
Bebas Wax (lilin lebah)
Dipisahkan dengan nano tehnologi, sehingga jauh lebih murni

Kandungan : setiap ml mengandung 950 mg propolis liquid

Ijin Produksi :
DINKES RI P-IRT
Hasil uji lab Univ. Gajah Mada :
No sertifikat : 00908/01/LPPT/V/2015

Manfaat :
- Antibiotik alami, melawan berbagai jenis penyakit tanpa efek samping
- Memberikan kekebalan terhadap kuman dan penyakit
- Mengandung Zat anti kanker dan menyembuhkan Berbagai penyakit2 kronis lainnya
- alat/media sterilisasi, pengobatan infeksi tanpa kadarluasa
- Pengobatan luka bakar, luka borok dll
- pengobatan sakit gigi, gusi dan penyakit mulut lainnya
- membantu pengobatan HIV
- DLL

Harga Hanya : 99ribu / Paket
1 Paket = 2 botol Propolis Bioraja 6ml (Umumnya harga pasaran 100rb/botol)

Informasi lebih lanjut Hubungi :

Ma'rifatullah Idhofi
Sms / WA / Telp: 08567347133
Pin bbm: 7F94D507

Yang mau ikut bisnis nya juga boleh, silahkan daftar ke

http://bisnisbioraja.com/?reg=114

Belum termasuk ongkos kirim
Jawa : 10rb
Luar Jawa : 15rb

GRATIS.. ONGKIR KESELURUH INDONESIA.. untuk pembelian 7 paket

Jumat, 25 September 2015

ETIKA BISNIS # (Minggu 1)

BAB I
DEFINISI ETIKA BISNIS



1.1           Definisi Etika dan Bisnis

Etika berasal dari kata Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.


1.2           Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.


1.3           Etika Moral, Hukum, & Agama

Etika (Etimologik), berasal dari kata Yunani “Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat. Dalam kamus umum Bahasa Indonesia yang baru, etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti: 1) Ilmu yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) 2) kumpulMoral berasal dari kata latin “Mos” yang dalam bentuk jamaknya “Mores” yang berarti adat atau cara hidup.
Moralitas (dari kata sifat latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan moral. Hanya ada nada lebih abstrak. Kita berbicara tentang moralitas suatu perbuatan artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya,. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan burukan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. 3) nilai mengenai dasar dan salah yang di anut suatu golongan atau masyarakat
Kumpulan atau persatuan manusia-manusia yang saling mengadakan hubungan satu sama lain dinamakan “masyarakat”.
Hukum adalah kumpulan aturan, baik sebagai hasil pengundangan formal maupun dari kebiasaan, dimana suatu negara atau masyarakat tertentu mengaku terikat sebagai anggota atau sebagai subjeknya.
Agama adalah upaya manusia untuk mengenal dan menyembah Ilahi [yang dipercayai dapat memberi keselamatan serta kesejahteraan hidup dan kehidupan kepada manusia]; upaya tersebut dilakukan dengan berbagai ritus [secara pribadi dan bersama] yang ditujukan kepada Ilahi.

1.4           Klasifikasi Etika
Etika dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Etika Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
2. Etika Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau massyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
3. Etika Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.
4. Etika Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak.
5. Etika Relatifisme
Etika relatifisme adalah etika yang dipergunakan di mana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.


1.5           Konsepsi Etika

Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.









Selasa, 26 Mei 2015

Tugas Bahasa Indonesia Catatan Harian Penulisan Ilmiah



CATATAN HARIAN PENULISAN ILMIAH

Assalamualaikum Wr… Wb…

Sangat tidak terasa kuliah sudah memasuki tahun ke 3 atau sudah memasuki semester 6 insyaAllah 2 semester lagi lulus AMIN……, nah di semester 6 ini ada mata kuliah Penulisan Ilmiah ( PI ) dimana  PI itu adalah tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

Pertama kali bimbingan yaitu bertemu langsung dengan Dosen Pembimbing untuk di beri arahan Penulisan Ilmiah yang baik dan benar, saya pun mendapatkan Dosen Pembimbing yang baik dan sabar, kemudian Dosen Pembimbing menyuruh untuk mencari judul sesuai kemampuan kita yang ada di mata kuliah apapun pada hari itu juga. dan akhirnya saya menyiapkan judul yg agak asal dan tidak tau kedepannya bagaimana dan itu pun langsung di terima oleh dosennya. Tetapi karena judul PI yg pertama kali agak asal, saya memutuskan untuk merubah judul PI di Pertemuan berikutnya.
Pertemuan kedua, saya takut di marahi karena merubah judul PI seenak saya, dan ketakutan itu pun hilang setelah saya menyerahkan judul PI dan di setujui, dan untuk pertemuan berikutnya Dosen pun menyuruh saya mengerjakan Bab 1, saya senang karena saya sudah memulai bab 1, karena Dosen Pembimbing saya sedang Study Banding ke luar Negeri maka Bimbingan ditunda sampai 2 minggu, dan Dosen menginformasikan bahwa mengerjakan PI harus sampai Bab 3 di saat pertemuan berikutnya. Di sini pun saya semakin bingung karena bab1 pun saya tidak tau isi nya apa disuruh sampai bab 3 semakin bingung, setelah itu saya langsung menanyakan senior di atas saya bagaimana penyusunannya dan saya bersama teman ke perpustakaan untuk melihat cara penulisan PI untuk referensi saya.
Pertemuan  berikutnya, setelah saya menyerahkan hasil PI saya sampai bab 3 ternyata wow, PI saya pun di revisi, tetapi revisi saya tidak lah banyak hanya beberapa saja seperti penggunaan kata yg terlalu di ulang ulang dan tulisan bahasa Inggris harus di miringkan tulisannya, sampai pertemuan berikutnya saya pun masih revisi lagi,
Pertemuan berikutnya lagi entah minggu ke berapa saya pun lupa, setelah bab 3 selesai revisi, saya pun di suruh untuk melanjutkan bab 4, rasanya melanjutkan bab per bab itu sangat bangga, tetapi di bab 4 ini adalah yang paling banyak berfikir karena isi dari permasalahan judul ada di bab 4 dan metode perhitungan pun ada di bab 4 ini, setelah itu saya mengerjakannya sampai saya tidak ikut bimbingan 4 kali pertemuan, walau Dosen saya menyuruh sampai bab 4 tetapi saya mengerjakan sampai bab 5 agar cepat selesai, pertemuan berikutnya saya menyerahkan hasil PI saya ternyata ada revisi lagi tetapi hanya sedikit sekali, Dosen saya pun menyuruh untuk revisi yg benar dan kerjakan selanjutnya yaitu Cover, lembar pernyataan, lembar pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, dsb.. , saya merasa sangat senang sekali karena sebentar algi pun saya akan siding, saya semakin semangat mengerjakannya
Pertemuan berikutnya, setelah saya menyerahkan semuanya akhirnya sudah tuntas semua dan saya diberi nilai oleh Dosen saya dan di masukan ke amplop dan di tutup rapatm kemudian Dosen saya pun menyuruh saya untuk daftar sidang secepatnya, saya sangat bahagia sekali rasanya, di kemudian hari saya bersama teman saya yg sudah selesai tetapi beda Dosen Pembimbing mencari info untuk daftar sidang saat kami menanyakan di kampus kalimalang ternyata tidak bisa kalau saat UTS, memang saat itu sedang berjalannya UTS tetapi ada yg menginformasikan bahwa jika ingin daftar bisa tetapi di kampus Depok, di kemudian hari pun saya kaget kepada teman teman saya yg mencari informasi bareng dengan saya bahwa dia sudah daftar sidang di Depok duluan dan sidangnya pun di celah celah hari UTS, saya merasa agak kesal tetapi mungkin Allah menunjukan jalan lain ke saya untuk setelah UTS. Semoga setelah UTS saya secepatnya langsung daftar siding AMIN.

Wassalamualaikum Wr… Wb…

Kamis, 21 Mei 2015

Tugas 3 Bahasa Indonesia



BAB VII
PENYUSUNAN SINTESIS

7.1              Pengertian
Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikansebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untuk memperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum yang khusus.
” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986)
yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.

7.2              Cara Membuat Sintesis Tulisan
Sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
1.       Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
2.       Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
3.       Sudut pandang penulis harus tajam.
4.       Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya
5.       Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.






BAB VIII
KARANGAN ILMIAH

8.1              Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.

8.2              Perbedaan Skripsi, Tesis & Disertasi
·         Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan atau penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
·         Tesis adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
·         Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

8.3              Karangan Ilmiah Popular
Karangan ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.

8.4              Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (penelaahan sejawat).






BAB IX
KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

9.1              Konsep Laporan Ilmiah
Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan laporan ilmiah diantaranya:
·         Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
·         Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
·         Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
·         Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
·         Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

9.2              Jenis – Jenis Laporan Ilmiah
Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis laporan ilmiah yaitu sebagai berikut:

·         Laporan lengkap (Monograf).
Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. Menjelaskan juga kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).
·         Artikel ilmiah
Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.
·         Laporan ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).


9.3              Ciri – Ciri Laporan
Adapun ciri-ciri laporan yang baik antara lain:
-Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku).
-Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
-Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
-Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
-Adanya kesimpulan dan saran
-Laporan dibuat menarik dan juga interaktif

9.4              Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
·         Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali pengetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan pengalaman orang lain.
·         Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dan pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat.
·         Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan; kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawanan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri.
·         Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan. Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi-bagi subjek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lain.